Alkisah 2 Tempayan

June 3, 2010 at 15:33 p Leave a comment

Seorang ibu yg sudah tua memiliki 2 buah tempayan, yg dipikul di pundaknya dengan menggunakan bambu.
Salah 1 dari tempayan itu retak, sedangkan yg 1 nya tidak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.
Setibanya di rumah stlh menempuh perjalanan panjang dr sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.
Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hr, dimana sang ibu tua membawa pulang air hanya 1 1/2 tempayan.
Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yg retak merasa malu akan kekurangannya & sedih, sebab dia hanya bisa memenuhi 1/2 dari kewajibannya. Setelah 2 thn yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.
“Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jln menuju ke rmh mu.”
Ibu itu tersenyum dan menjawab, “Tidakkah kau lihat bunga yang beraneka ragam di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang lainnya?
Aku sudah tau kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hr dalam perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu, selama 2 thn ini pula aku bisa memetik bunga2 yang cantik untuk menghias meja.
Kalau kau tidak spt itu, maka rmh ini tidak bisa seasri spt ini sebab tidak ada bunga.”
Kita semua pny kekurangan … Namun kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi menyenangkan dan memuaskan dengan saling melengkapi 1 dengan yg lain.
Kita harus bisa menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.
Saudaraku sesama tempayan yang retak, semoga harimu menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga di jalurmu
INGAT! Tdk ada manusia yg sempurna!!!
Di dalam persahabatan kita juga, kadang ada ucapan kita yang menyenangkan, ada juga ucapan kita yang dapat melukai perasaan org lain, tapi jangan ucapan yang melukai itu menjadi beban bagi yang mendengarnya, tp itu adalah cermin kedewasaan kita untuk belajar memahami ucapan yang melukai..

Entry filed under: Cerita Inspiratif. Tags: .

Jadilah Bijak Persaingan antara Sinshe China dan tabib Arab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

Ninjamaniac on Pendeta & Jemaat
diian on Jadilah Bijak
Fr Dismas, pr on Ketika Cinta Terurai menjadi…

Categories

Calendar

June 2010
M T W T F S S
« May   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Blog Stats

  • 965 hits

Recent Posts

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.