Sejarah Kungfu di Indonesia

September 15, 2009 at 15:33 p Leave a comment

Peta dunia sebenarnya telah dibuat jauh sebelum para pelaut eropa menjelajahi dunia. banyak misi persahabatan yang dibawa ke luar china untuk merangkul kerajaan2 yang ada di luar china. namun karena misi ini semuanya adalah misi persahabatan, maka tidak ada pendudukan. hal ini bisa kita lihat mengenai pembauran budaya nusantara yaitu sriwijaya dan majapahit yang berhubungan dengan kerajaan di china. bahkan kabarnya, di laut sekitar palembang, pusat maritim waktu itu, banyak sekali kaum perompak dari fu jian (hokkian), yang lalu ditumpas oleh Sam po kong.

Pada saat pemerintahan Kaisar Yong le, Sam po kong di utus membawa utusan 300 duta besar kerajaan kembali ke negara masing2. armada itu merupakan armada terbesar di dunia yang pernah ada. hal ini menandakan sebenarnya jauh sebelum eropa menaklukkan dunia, bangsa tiongkok telah banyak menyebar ke seluruh dunia.

kalau dilihat dari arah persebarannya, maka penduduk dari china selatanlah yang paling banyak datang ke nusantara. hal ini kita bisa lihat dari struktur budaya yang hampir sama dengan budaya china selatan, indo china, filipina, sampai ke Indonesia. begitu juga teknik bela dirinya. pada saat penyebaran Islam pertama kali di Jawa oleh para pengikut Sam Po Kong, banyak dari mereka yang menjadi pelatih beladiri pasukan kerajaan di Jawa. yang paling terkenal adalah pelatih pasukan Pangeran Diponegoro yaitu kapiten pertama Tionghoa. namun sejarah ini semuanya susah dilacak. disamping karena banyak tokoh yang sudah memakai nama Indonesia, juga karena sistem devide et imperanya belanda yang banyak menutupi dan menghancurkan sejarah mengenai hal ini, supaya kita terpecah belah. hasilnya seperti sekarang ini, kita terkotak2 dalam kesatuan. satu namun terkotak2. sebenarnya sejarah Indonesia jaman dulu paling lengkap ada di negeri belanda yaitu di museum leiden. disana banyak terdapat peninggalan2 sejarah yang mengisahkan keharmonisan antara pendatang dengan kaum pribumi.

nah kalau kita lihat, disinilah letak adaptasi teknik2 beladiri china ke beladiri nusantara. dilihat dari gerakannya, banyak kemiripan, walaupun banyak yang sudah berkembang. itu kalau yang teknik selatan. kalau teknik utara kayaknya lebih belakangan. mungkin saat ekspedisi Sam Po Kong itu.

Para sejarawan beranggapan bahwa imigran Cina yang datang ke Nusantara terbagi atas dua gelombang besar eksodus, yaitu pada masa Dinasti Tang (618-907) yang telah berbaur dan disebut peranakan, dan awal abad 20 ketika dimulai pemerintahan RRC yang disebut Singkeh.

Pada masa dinasti Tang berkuasa, mereka mengirim ekspedisi militernya ke daerah China Selatan. Sejak itu, banyak sekali orang-orang Hoakiau/Hokkian yang
berasal dari daerah-daerah yang terletak di sekitar Amoy di Provinsi Fukien
(Fujian) dan orang-orang Kwang Fu (Kanton) yang berasal dari Kanton dan
Makao di Provinsi Kwangtung (Guangdong) terus menetap di perantauan
dan tak kembali lagi ke kampung halamannya. Sedangkan pada gelombang kedua mulailah imigran dari Cina Utara berdatangan, namun jumlahnya tidak sebanyak orang2 selatan.

Saya sependapat bahwa sebagian besar imigran Cina yang datang ke Nusantara sebagian besar dari Selatan Sungai Yang Tze, hal ini dapat dilihat dari sebaran suku-suku yang ada di Indonesia, seperti suku Tenglang (Hokkian), Tengnang (Tio chiu), Hainan dan Kanton.

Oleh karenanya menurut hemat saya, pengaruh bela diri Kung Fu aliran Selatanlah (Nan Chuan) yang banyak mempengaruhi Pencak Silat, terlebih Pencak Silat di Betawi, hal ini dapat dilihat dari gerakan pencak silat dengan banyaknya variasi metode pukulan. Penggunaan tangan yang dominan yang kuat dan enerjik. Sampai ada pepatah Cina yang mengatakan “Tendangan dari Utara, dan Tinju dari Selatan”.

Namun sangatlah sulit melacak untuk menyatakan aliran Nan Chuan apa saja yang banyak mempengaruhi Pencak Silat dari kelima aliran utama Nan Chuan itu sendiri (Honjia Chuan, Liujia Chuan, Caijia Chuan, Lijia Chuan, dan Majia Chuan). Karena sudah semakin banyaknya Pembauran dari setiap aliran yang ada di Nusantara dalam kurun waktu cukup lama.

Kungfu di asia tenggara banyak yang bernama kun tao. bahasa mandarinnya kun tao itu disebut quan shu. quan adalah teknik tinju atau pukulan, sedangkan shu adalah seni. kalau gak salah, kun tauw ini cara baca dari hokkian di filipina. artinya way of fist, atau seni/jalan pukulan.

Ketika meneliti tentang silat Beksi, beberapa sesepuh menyatakan bahwa aliran kung fu yang mempengaruhi silat Beksi berasal dari shaolin aliran utara. Hal ini agak bertolak belakang dengan penyebaran aliran selatan pada umumnya. Menurut catatan, Beksi mulai terkenal di Tangerang dan tanah Betawi sekitaran akhir abad 19.

Jika ditelusuri tentang aliran kung fu yang mempengaruhi silat Beksi ini, maka hampir bersamaan dengan peristiwa pelarian lima orang Bhiksu Shaolin Utara ke arah selatan (Nanking) karena diburu oleh Kaisar Kang Hsi, yang beranggapan bahwa para Bhiksu Shaolin mengancam stabilitas kerajaan, dimana ditakutkan ilmu bela diri para bhiksu ini digunakan untuk kepentingan Ming (akhir abad 18).

Kelima orang bhiksu ini dikenal sebagai Lima Nenek Moyang, yang melarikan diri ke arah selatan dengan membawa ilmu bela diri shaolin yang selama ini dirahasiakan. Di daerah selatan inilah ilmu shaolin utara yang dibawa kelima bhiksu itu disebar luaskan. Secara perlahan rahasia ilmu bela diri ini disebar luaskan ke masyarakat awam. Tidak menutup kemungkinan Lie Ceng Ok mempelajarinya sebelum hijrah ke Tangerang (1850).

Penyebaran Kung Fu di Nusantara, selanjutnya diteruskan dengan eksodus kedua di tahun 1900, dimana Louw Djieng Tie terdapat di dalamnya dan menyebarkan aliran Kung Fu Shaolin Utara dengan membuka perguruan Garuda Mas Shaolin di Parakan, Semarang. Diikuti oleh sifu-sifu lainnya, seperti Bhe Kang Pin, Chi Hsio Foo (Shantungpay), I Min Tung, Sun Tee Jang, Yen Li Jing, Ma Tung Jauw, Lio Han Ching, Su Juen Fang, Yen Jing Swee dan lain-lain. Dan di Tanah Betawi sendiri ada pendekar Kung Fu fenomenal, Lo Ban Teng.

Dari sekian banyak pencak silat tradisional di Indonesia umumnya, kita banyak menemukan aliran pencak silat Betawi dan sekitarnyalah yang mendapat pengaruh dari Kung Fu, sebut saja Beksi, Mustika Kwitang, Sabeni (menurut penuturan sesepuh Rawa Belong), Kosimo, SIKU dan Ulin Kampung Sawah/Ki Arba/Ulin Makao, Perisai Diri, dan banyak perguruan silat yang mendapatkan pengaruh dari kungfu

Diperoleh dari berbagai sumber

About these ads

Entry filed under: Beladiri. Tags: .

I Born Sejarah Kungfu di Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

Ninjamaniac on Pendeta & Jemaat
diian on Jadilah Bijak
Fr Dismas, pr on Ketika Cinta Terurai menjadi…

Categories

Calendar

September 2009
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Blog Stats

  • 1,988 hits

Recent Posts


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: